belakang pisau; tundun api, duduk dengan di belakangnya api; manundunhon, memegang bayi yang baru lahir dekat api memanasinya yang dianggap sebagai perbuatan persahabatan; ama, ina painundun, seseorang yang dihormati sebagai ayah dan ibu oleh sebab sangat berterima kasih kepadanya, bapa, ibu pengayom.