i. cukup, lampau, sudah, selesai mengenai proses, lunas mengenai hutang; nunga sae, sudah cukup; nunga sae hata i, perkara itu sudah selesai, sudah diputuskan; p.b.: uli pe hata pintor, ulian do hata sae, perkara yang adil itu bagus, tetapi lebih bagus lagi perkara yang sudah selesai; sae utangna, hutangnya sudah lunas, selesai hutangnya; pasaehon, menyelesaikan, membayar, menghabisi; marsae mara, (dari: ndang adong be mara atau malu, kata halus untuk telanjang, bertelanjang. ii. tidak dikerjakan, tidak ada pohon-pohon kayu mengenai tanah, bersih dari rerumputan (arti dasar = ias, bersih); pasaehon, membersihkan tanah; sae, juga dikatakan mengenai orang yang sudah kebal (imun) terhadap penyakit menular dan tidak lagi kambuh; saean ngenge, telah pernah dihinggapi penyakit cacar; sae dagingna, mengenai perempuan: ia tidak hamil, mandul; saesaean, tidak bertunangan mengenai anak perempuan yang pernah bertunangan, tetapi sudah bebas dan dapat dipinang lagi, bekas bertunangan sekarang lowong. iii. saesae, sejenis rumput; sae batu, sejenis pohon yang daunnya lunak. iv. saesae, pertanda bahwa si isteri sudah cerai, ia pergi dengan sanggul saesae ke pekan, siapa yang mengambil sanggul itu menandakan bahwa ia mau mengawininya.